Scarlett Logo

0

Profile
Skincare Ingredients

Salicylic Acid: Manfaat, Cara Kerja, dan Cara Pakai BHA untuk Kulit Berjerawat

RRatih Jayanti
9 menit baca
Salicylic Acid: Manfaat, Cara Kerja, dan Cara Pakai BHA untuk Kulit Berjerawat

Salicylic Acid adalah bahan aktif golongan BHA (Beta Hydroxy Acid) yang bersifat oil soluble atau larut dalam minyak, sehingga mampu masuk ke dalam pori-pori untuk membantu membersihkan sumbatan minyak dan sel kulit mati penyebab jerawat. Inilah alasan kenapa Salicylic Acid jadi bahan yang paling sering direkomendasikan untuk kulit berminyak dan acne prone.

Tapi jujur aja, banyak dari kita cuma tau namanya tanpa benar-benar paham cara kerjanya. Sebenarnya bedanya sama Benzoyl Peroxide apa? Aman nggak dipakai tiap hari? Terus apa itu Encapsulated Salicylic Acid yang belakangan sering muncul di label produk? Nah, di artikel ini Minett bakal kupas tuntas semuanya, biar Sahabat Scarlett nggak cuma ikut-ikutan tren, tapi paham betul apa yang kamu oleskan ke wajah.

Apa Itu Salicylic Acid dan Kenapa Disebut BHA?

Salicylic Acid adalah bahan aktif eksfoliasi yang masuk dalam kategori Beta Hydroxy Acid (BHA). Sebutan BHA mengacu pada struktur kimianya, yaitu posisi gugus hidroksil yang berjarak dua atom karbon dari gugus asamnya. Struktur inilah yang bikin dia punya sifat unik: larut dalam minyak.

Sifat oil soluble ini yang membedakan Salicylic Acid dari saudaranya, AHA (Alpha Hydroxy Acid) seperti Glycolic Acid atau Lactic Acid, yang justru larut dalam air (water soluble).

Kenapa ini penting? Karena isi pori-pori kamu yang tersumbat itu bukan air, tapi campuran minyak (sebum) dan sel kulit mati. Jadi bahan yang larut air cuma bisa bekerja di permukaan, sementara Salicylic Acid bisa "menyelam" masuk ke dalam pori. Itulah kenapa dia jadi jagoannya kulit berminyak dan berjerawat.

Singkatnya: AHA bekerja di permukaan kulit, BHA bekerja di dalam pori-pori.

Bagaimana Cara Kerja Salicylic Acid untuk Jerawat?

Coba bayangin pori-pori kamu seperti saluran kecil. Kalau sel kulit mati dan minyak menumpuk di dalamnya, saluran itu tersumbat. Ketika pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, lingkungan di dalam pori menjadi lebih mendukung pertumbuhan Cutibacterium acnes dan memicu proses inflamasi. Hasilnya? Muncul deh si jerawat merah yang bikin mood langsung drop.

Nah, di sinilah Salicylic Acid bekerja. Dia membantu melonggarkan ikatan antar sel kulit mati di dalam dan sekitar pori-pori (proses yang disebut desmolysis), sehingga sel-sel tersebut lebih mudah terangkat secara alami bersama minyak berlebih. Dengan begitu, sumbatan penyebab komedo dan jerawat bisa berkurang. Prosesnya bertahap, bukan instan.

Yang bikin bahan ini spesial, dia nggak cuma kerja di satu sisi aja.

4 Manfaat Salicylic Acid untuk Kulit Berjerawat

Manfaat utama Salicylic Acid adalah membantu membersihkan pori-pori tersumbat, mengeksfoliasi sel kulit mati, mengurangi minyak berlebih, dan menenangkan kemerahan akibat jerawat. Minett jelasin satu per satu, ya.

1. Bantu Membersihkan Pori-Pori yang Tersumbat (Unclogging Pores)

Ini fungsi utamanya. Karena sifatnya oil soluble, Salicylic Acid bisa menembus lapisan minyak dan bekerja langsung di dalam pori.

Buat kamu yang sering berurusan sama komedo hitam (blackhead) dan komedo putih (whitehead) di area hidung dan dagu, bahan ini bantu melonggarkan sumbatan tersebut secara bertahap. Jadi nggak perlu lagi pencet-pencet komedo pakai tangan, ya, Sahabat Scarlett. Itu justru bikin iritasi dan bekasnya lebih susah hilang.

2. Eksfoliasi Lembut Tanpa Gosokan Kasar

Salicylic Acid melakukan eksfoliasi secara kimia (chemical exfoliation), bukan fisik. Artinya, dia bekerja dengan melarutkan ikatan sel kulit mati, bukan dengan menggosok atau mengikis permukaan kulit.

Ini jauh lebih ramah dibanding scrub berbutir kasar yang bisa bikin luka mikro di kulit, apalagi kalau kulit kamu lagi jerawatan aktif. Hasil dari eksfoliasi yang rutin: tekstur kulit terasa lebih halus dan wajah tampak lebih cerah karena tumpukan sel kulit mati berkurang.

3. Bantu Mengontrol Minyak Berlebih

Kalau wajah kamu suka jadi "kilang minyak" pas siang hari, Salicylic Acid bisa bantu. Dia membantu mengurangi akumulasi minyak di permukaan dan di dalam pori.

Efeknya, wajah terasa lebih segar dan nggak gampang greasy. Buat kamu yang tinggal di Indonesia dengan cuaca panas dan lembap, ini game changer banget.

4. Bantu Menenangkan Kemerahan

Ini yang jarang orang tahu: Salicylic Acid masih satu keluarga dengan salicylates, kelompok senyawa yang dikenal punya sifat menenangkan. Jadi selain membersihkan, dia juga bantu meredakan tampilan kemerahan di sekitar jerawat.

Jadi jerawat kamu nggak cuma dibersihkan, tapi juga "ditenangkan". Dua-duanya sekaligus.

Apa Itu Encapsulated Salicylic Acid? Ini Bedanya dengan yang Biasa

Encapsulated Salicylic Acid adalah Salicylic Acid yang dibungkus dalam kapsul mikroskopis, sehingga pelepasannya ke kulit terjadi secara bertahap (sustained release), bukan sekaligus. Hasilnya, manfaatnya tetap dapat tapi risiko iritasinya jauh lebih rendah.

Ini poin penting banget, jadi Minett jelasin pelan-pelan.

Salicylic Acid dalam bentuk biasa (free form) langsung "menyerbu" kulit begitu diaplikasikan. Buat sebagian orang, ini bisa terasa terlalu kencang. Efeknya bisa muncul rasa kering, kulit mengelupas, atau perih, apalagi kalau kulit kamu tergolong sensitif.

Nah, teknologi encapsulation menyelesaikan masalah ini. Bahan aktifnya "dibungkus" dulu, lalu dilepaskan secara perlahan ke kulit. Analoginya seperti minum obat kapsul slow release dibanding menelan bubuknya langsung. Efeknya lebih stabil, lebih nyaman, dan nggak bikin kaget kulit.

Tiga keunggulan utama Encapsulated Salicylic Acid:

Lebih gentle, karena pelepasannya bertahap, jadi potensi iritasi dan rasa kering bisa ditekan.

Lebih stabil, kapsulnya melindungi bahan aktif dari degradasi sehingga performanya lebih konsisten.

Cocok untuk daily use, ini yang paling relevan buat kita. Karena lebih lembut, bahan ini bisa masuk ke rutinitas harian tanpa bikin skin barrier kewalahan.

Di sinilah Scarlett Low pH Gel Cleanser Acne Peace punya nilai lebih. Cleanser ini pakai Encapsulated Salicylic Acid, jadi bantu membersihkan pori dari minyak berlebih dan tumpukan sel kulit mati, sehingga lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab jerawat pun ikut berkurang, tapi tetap nyaman untuk dipakai tiap hari. Dipadukan sama Heartleaf Extract yang bersifat anti-inflammatory, dia juga bantu menenangkan kemerahan sekaligus mengurangi minyak berlebih.

Plus, formulanya low pH dan non-SLS, jadi wajah nggak terasa "ketarik" setelah cuci muka. Bersih tanpa drama.

Salicylic Acid vs Benzoyl Peroxide: Mana yang Cocok untuk Kamu?

Salicylic Acid dan Benzoyl Peroxide sama-sama untuk jerawat, tapi cara kerjanya berbeda. Salicylic Acid fokus membersihkan sumbatan pori, sementara Benzoyl Peroxide fokus melawan bakteri penyebab jerawat dengan melepaskan oksigen ke dalam pori.

Biar gampang, Minett bikinin perbandingannya:

Aspek

Salicylic Acid (BHA)

Benzoyl Peroxide

Cara kerja utama

Eksfoliasi dan membersihkan sumbatan pori

Melawan bakteri penyebab jerawat

Sifat

Oil soluble, masuk ke dalam pori

Melepaskan oksigen, lingkungan jadi tidak ramah bakteri

Paling cocok untuk

Komedo, blackhead, whitehead, kulit berminyak

Jerawat meradang

Tingkat kekeringan

Lebih ringan (apalagi versi encapsulated)

Cenderung lebih bikin kering

Frekuensi

Bisa harian dengan formula yang tepat

Perlu lebih hati-hati

Kapan pilih Salicylic Acid? Kalau masalah utama kamu adalah komedo, pori tersumbat, tekstur kulit kasar, dan minyak berlebih. Ini juga pilihan yang lebih ramah kalau kulit kamu cenderung sensitif.

Kapan pilih Benzoyl Peroxide? Kalau jerawat kamu tipe meradang dan merah, tapi siap-siap dengan kemungkinan kulit terasa lebih kering.

Buat sebagian besar Sahabat Scarlett yang berurusan dengan jerawat harian dan kulit berminyak, Salicylic Acid biasanya jadi entry point yang lebih aman dan berkelanjutan.

Cara Pakai Salicylic Acid yang Benar dan Aman

Cara pakai Salicylic Acid yang aman adalah mulai dari frekuensi rendah, gunakan dalam bentuk yang sesuai dengan kondisi kulit, dan selalu pakai sunscreen di pagi hari. Ini bukan opsional, ya.

Mulai Pelan, Jangan Langsung Ngebut

Kalau kamu baru pertama kali pakai Salicylic Acid dalam bentuk leave on seperti serum atau toner, mulai 2 sampai 3 kali seminggu dulu. Lihat reaksi kulit kamu selama satu sampai dua minggu, baru naikkan frekuensinya kalau kulit terasa nyaman.

Godaan buat langsung pakai tiap hari itu besar, apalagi kalau jerawat lagi banyak. Tapi percaya deh, kulit yang "dipaksa" cuma bakal balas dendam dengan iritasi.

Aman Nggak Dipakai Setiap Hari?

Jawabannya: tergantung bentuk produknya.

Untuk produk rinse off seperti facial wash atau gel cleanser, apalagi yang pakai Encapsulated Salicylic Acid, penggunaannya relatif aman untuk harian. Kenapa? Karena kontaknya dengan kulit singkat dan langsung dibilas, plus formulanya sudah dirancang lebih lembut.

Untuk produk leave on dengan konsentrasi tinggi, sebaiknya nggak setiap hari, terutama di awal pemakaian.

Jangan Ditumpuk dengan Terlalu Banyak Aktif Lain

Ini kesalahan yang sering banget terjadi. Karena ingin cepat sembuh, banyak yang menumpuk Salicylic Acid dengan retinol, AHA, dan Vitamin C sekaligus dalam satu waktu.

Hasilnya bukan kulit mulus, tapi skin barrier yang rusak. Kalau kulit kamu terasa perih, kemerahan, dan malah makin sensitif, itu tandanya kamu sudah kelebihan dosis.

Aturan simpelnya: hindari menumpuk (layering) terlalu banyak bahan aktif yang berpotensi mengiritasi dalam satu rutinitas, terutama bila kulit belum terbiasa. Kalau mau kombinasi, pisahkan waktunya (misal Salicylic Acid pagi, retinol malam) atau selang-seling harinya.

Wajib Pakai Sunscreen

Eksfoliasi bikin lapisan kulit lebih "baru" dan lebih rentan terhadap paparan sinar matahari. Jadi kalau kamu pakai Salicylic Acid tapi skip sunscreen, kamu sedang membatalkan usaha kamu sendiri.

Pakai sunscreen tiap pagi, dan pilih yang formulanya nggak menyumbat pori (non comedogenic), biar jerawat kamu nggak makin ramai.

Kesabaran Adalah Bahan Aktif yang Sering Dilupakan

Satu hal yang perlu Minett tekankan: Salicylic Acid bukan bahan ajaib yang bikin jerawat hilang dalam semalam.

Siklus regenerasi kulit itu butuh waktu sekitar 28 hari. Jadi wajar kalau hasil yang terlihat baru muncul setelah pemakaian rutin selama beberapa minggu. Jangan buru-buru menyerah cuma karena tiga hari belum kelihatan bedanya.

Dan kalau jerawat kamu tergolong parah, meradang berat, atau nggak membaik setelah perawatan rutin, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter kulit. Skincare itu untuk perawatan, bukan pengganti penanganan medis.

Aman Digunakan dan Sudah Terdaftar BPOM

Bahan aktif sekuat apapun tetap harus aman dulu. Semua produk Scarlett sudah terdaftar BPOM, jadi Sahabat Scarlett bisa memasukkannya ke rutinitas harian dengan tenang.

Formulanya juga dirancang dengan konsentrasi yang seimbang, bukan sekadar "makin banyak makin bagus". Justru kombinasi bahan aktif yang tepat dengan bahan penenang seperti Heartleaf itu yang bikin perawatan jerawat terasa nyaman dan bisa dijalani jangka panjang.

Salicylic Acid Efektif, Asal Dipakai dengan Benar

Salicylic Acid adalah BHA yang bersifat oil soluble, sehingga bisa masuk ke dalam pori untuk bantu membersihkan sumbatan, mengeksfoliasi sel kulit mati, mengontrol minyak berlebih, dan menenangkan kemerahan. Bedanya dengan Benzoyl Peroxide, dia fokus di sumbatan pori, bukan di bakteri.

Kalau kulit kamu cenderung sensitif atau kamu ingin pakai harian, cari yang versi Encapsulated Salicylic Acid. Pelepasannya bertahap, jadi manfaatnya tetap dapat tanpa bikin kulit kaget.

Buat Sahabat Scarlett yang mau mulai kenalan sama BHA tanpa risiko iritasi berlebih, memulainya dari cleanser adalah langkah paling aman. Scarlett Low pH Gel Cleanser Acne Peace bisa jadi pintu masuk yang pas, karena Encapsulated Salicylic Acid di dalamnya bantu membersihkan pori dan mengurangi minyak berlebih, sementara Heartleaf Extract bantu menenangkan kemerahan. Formula low pH-nya juga jaga kulit tetap nyaman, jadi kamu nggak perlu memilih antara "bersih" dan "nggak kering".

Rawat kulit kamu pelan-pelan aja, Sahabat Scarlett. Konsisten selalu menang dibanding buru-buru.

FAQ Seputar Salicylic Acid

  • Apa itu Salicylic Acid? Salicylic Acid adalah bahan aktif golongan BHA (Beta Hydroxy Acid) yang bersifat oil soluble, sehingga bisa menembus lapisan minyak dan bekerja membersihkan sumbatan di dalam pori-pori.
  • Apa manfaat Salicylic Acid untuk jerawat? Manfaat utamanya adalah membantu membersihkan pori tersumbat, mengeksfoliasi sel kulit mati secara lembut, mengurangi minyak berlebih, dan membantu menenangkan kemerahan akibat jerawat.
  • Apa bedanya BHA dan AHA? BHA larut dalam minyak sehingga bisa masuk ke dalam pori-pori, cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat. AHA larut dalam air dan bekerja di permukaan kulit, lebih cocok untuk masalah kusam dan tekstur.
  • Apa itu Encapsulated Salicylic Acid? Ini adalah Salicylic Acid yang dibungkus kapsul mikroskopis sehingga pelepasannya bertahap (sustained release). Hasilnya lebih lembut di kulit dan lebih cocok untuk pemakaian harian.
  • Apakah Salicylic Acid aman dipakai setiap hari? Tergantung bentuk dan formulasi produknya. Untuk cleanser atau produk rinse off dengan Encapsulated Salicylic Acid, penggunaannya relatif aman untuk harian. Untuk produk leave on berkonsentrasi tinggi, sebaiknya mulai 2 sampai 3 kali seminggu.
  • Lebih baik Salicylic Acid atau Benzoyl Peroxide? Tergantung jenis jerawat kamu. Salicylic Acid lebih cocok untuk komedo dan pori tersumbat, sementara Benzoyl Peroxide lebih fokus melawan bakteri pada jerawat meradang.
  • Bolehkah Salicylic Acid dipakai bareng retinol? Sebaiknya jangan dalam satu waktu, terutama untuk pemula. Pisahkan penggunaannya (misal pagi dan malam) atau selang-seling hari, supaya skin barrier tetap terjaga.

Sayang kalau cuma kamu yang baca.

Bacaan lain
untuk kamu

Lihat semua artikel

FacebookInstagramTiktokWhatsappEmail
Scarlett Logo

Informasi

My AccountRESELLER RESMI SCARLETTSCARLETT Official Partner LaunchTentang SCARLETTCek Keaslian

Umroh Bareng Scarlett

Layanan Pelanggan

cs@scarlett.id

Metode Pembayaran

Transfer Bank (Virtual Account)

Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)

E-Wallet

E-Wallet
E-Wallet
E-Wallet
E-Wallet

Kartu Kredit

Kartu Kredit
Kartu Kredit
Kartu Kredit

Minimarket

Minimarket
Minimarket
Scarlett Logo

Layanan Pelanggan

cs@scarlett.id

Metode Pembayaran

Transfer Bank (Virtual Account)

Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)
Transfer Bank (Virtual Account)

E-Wallet

E-Wallet
E-Wallet
E-Wallet
E-Wallet

Kartu Kredit

Kartu Kredit
Kartu Kredit
Kartu Kredit

Minimarket

Minimarket
Minimarket
FacebookInstagramTiktokWhatsappEmail